Tentang

Dua ratus tahun lalu, komik lahir dari rahim jurnalisme. Pelakunya adalah Rudolph Topffer; membuat kartun berbalon kata dalam sebuah surat kabar. Tak ada yang menyangka coretan kecil di koran tersebut menjadi “titik awal”–cara baru manusia menyampaikan gagasan ide dan kini digandrungi jutaan penggemar.

Komik biasa dijadikan pelengkap praktik jurnalisme. Contohnya dalam surat kabar, tak sedikit media yang memuat kartun berisi sindiran atau respon ekspresi suatu peristiwa. Biasanya kartun tersebut mencampurkan fakta dan imajinasi. Namun pada tahun 90-an, Joe Sacco mengemas praktik jurnalisme dalam bentuk komik. Ia melangkah lebih jauh. Seolah, komik tersebut secara tegas mengatakan, “Aku adalah fakta dalam balon kata.”

Genre jurnalisme baru ini masih perawan: Memiliki sedikit praktisi, akademisi, sekaligus mengundang banyak perdebatan karena kekosongan teori. Perdebatan tersebut membicarakan tentang kegiatan jurnalistik yang melarang percampuran fakta dan opini jurnalis atau komikus. Di sisi lain, ilustrasi dalam komik adalah imajinasi yang pasti dikarang atau opini pribadi dari komikusnya. Kemudian, sulitnya menemukan wartawan yang punya kemampuan melakukan peliputan komik, membuat genre jurnalisme komik seolah ekslusif di antara genre yang lain. Padahal yang diperlukan hanya menjembatani kerja sama antara jurnalis dan komikus saja.

Meski begitu, tak sedikit komik lokal yang mendekati genre ini. Misalnya, komik itu bercerita tentang biografi seseorang, atau pengalaman perjalanan, atau komik yang dibuat dengan pendekatan riset. Selain itu ada juga kartun politik, kartun opini yang dilandaskan hard news yang aktual. Namun tak semua dapat dikatakan jurnalisme komik bila kita sandarkan pada kode etik, elemen dan ketentuan jurnalisme.

Karenanya Jurnaliskomik hadir untuk meleburkan batas dan keraguan dalam genre ini. Jurnaliskomik adalah sebuah media alternatif pertama di Indonesia yang menerapkan gaya jurnalisme komik dalam setiap peliputannya. Produknya dapat dipertanggungjawabkan sebagai karya jurnalistik. Teknik disandarkan pada kode etik, elemen dan ketentuan jurnalisme.

Jurnaliskomik Didirikan oleh Hasbi Ilman pada 3 mei 2017, bertepatan pada World Press Freedom Day  Jakarta, kami ingin mengembangkan genre jurnalisme komik di Indonesia dengan mengkhususkan diri pada cerita-cerita kecil, yang dianggap catatan kaki, atau luput dari amatan publik dan media massa.

Semua peliputan Jurnaliskomik adalah independen tanpa intervensi dari pihak manapun.

————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Selayaknya media profesional, kami membagi batas firewall antara produk jurnalisme dengan pemasaran.

Redaksi
Pemimpin Redaksi
Hasbi Ilman
Sekretaris Redaksi
Agam Rachmawan
Redaktur Pelaksana Online
Vigor M. Loematta
Redaktur Pelaksana Cetak
M. Reza Firdaus
Perusahaan
Pemasaran
Ravi A. Fauzan
Event
Maynolitta
————————————————————————————————————————————————————————————————————–
Kantor 1:
Jl. Kliningan no. 16, Bandung.

Kontak

Seluruh aktivitas surat menyurat, kritik dan saran,  kolaborasi, iklan dan pertanyaan perusahaan dapat dikirim ke:

redaksi@jurnaliskomik.com
jurnaliskomik@gmail.com